Nusantaratv.com - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, semakin serius mengembangkan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Mengutip CarNewsChina, Minggu (4/1/2026), perusahaan ini telah membentuk tim riset dan pengembangan yang terdiri dari lebih dari 5.000 tenaga ahli, serta menyiapkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar US$14,3 miliar untuk teknologi mengemudi cerdas di masa depan.
Pada awal Juli 2025, BYD mengumumkan kemampuan parkir otonom Level 4 (L4) pada sistem bantuan mengemudi terbarunya yang diberi nama "God’'s Eye".
Menariknya, BYD juga menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang terjadi akibat kegagalan sistem tersebut di wilayah China.
Hingga Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dibekali sistem "God's Eye" melampaui 2,5 juta unit.
Capaian ini menjadikan BYD sebagai pemilik basis data cloud kendaraan terbesar di China, dengan sistem yang mengumpulkan lebih dari 150 juta kilometer data mengemudi setiap hari.
Baca Juga: BYD Mantap Menatap 2026, Optimistis Lanjutkan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia
Sebagai perbandingan, sepanjang Januari-Juli 2025, tingkat penetrasi kendaraan penumpang dengan sistem bantuan mengemudi canggih di China telah mencapai 62,58 persen, menunjukkan adopsi teknologi ADAS yang semakin masif.
Dalam proses pengembangannya, BYD menerapkan pendekatan "AI Intelligent Agent + World Model", yakni metode pelatihan sistem melalui skenario virtual untuk menghadapi kondisi ekstrem dan kejadian langka di jalan raya.
BYD menegaskan bantuan mengemudi dan kokpit cerdas merupakan fondasi utama kecerdasan otomotif. Mobil tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebagai entitas cerdas dalam ekosistem Internet of Things (IoT).
Melalui visi ini, BYD mendorong transformasi kendaraan dari "alat transportasi" menjadi "mitra hidup", dengan fitur-fitur seperti integrasi drone, kontrol rumah pintar, serta komitmen menjadikan ADAS sebagai standar di seluruh lini kendaraan, mulai dari segmen ekonomis hingga premium, dalam program "Smart Driving for All".
Ke depan, industri otomotif China diperkirakan akan berfokus pada pengembangan mengemudi otonom Level 3 (L3).
Sejumlah produsen seperti Xpeng, Arcfox, dan Deepal telah memperoleh lisensi uji jalan L3, yang memungkinkan kendaraan beroperasi secara mandiri dalam kondisi tertentu, meski tetap membutuhkan intervensi pengemudi jika sistem menghadapi situasi yang kompleks.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh