China Dorong Produsen Mobil Gunakan Baja, Plastik dan Baterai Daur Ulang

China Dorong Produsen Mobil Gunakan Baja, Plastik dan Baterai Daur Ulang

Nusantaratv.com - 01 Januari 2026

Produsen mobil China didorong untuk menggunakan material daur ulang pada bagian kendaraan yang memungkinkan secara teknis dan regulasi. (Foto: China Daily via Reuters)
Produsen mobil China didorong untuk menggunakan material daur ulang pada bagian kendaraan yang memungkinkan secara teknis dan regulasi. (Foto: China Daily via Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pemerintah China semakin serius mempercepat transisi industri otomotif menuju manufaktur berkelanjutan. 

Otoritas ekonomi dan industri China resmi meluncurkan kebijakan lintas departemen yang mendorong produsen mobil meningkatkan penggunaan material daur ulang, mulai dari baja, aluminium, plastik, hingga baterai.

Melansir CarNewsChina, Kamis (1/1/2026), ebijakan ini tertuang dalam Rencana Aksi Promosi Aplikasi Bahan Daur Ulang, yang menempatkan industri otomotif sebagai salah satu sektor prioritas, selain elektronik, baterai, tekstil, dan pengemasan. 

Tujuannya jelas yakni memperkuat pasokan material daur ulang, meningkatkan standar kualitas, serta memperluas pemanfaatannya di seluruh rantai produksi kendaraan.

Dalam rencana tersebut, produsen mobil didorong untuk menggunakan material daur ulang pada bagian kendaraan yang memungkinkan secara teknis dan regulasi. 

Penggunaan baja, aluminium, dan plastik daur ulang akan diperluas ke bodi kendaraan, komponen struktural, interior, hingga sistem non-kritis lainnya. 

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pabrikan otomotif, perusahaan pembongkaran kendaraan, industri daur ulang, dan pengolah material agar tercipta rantai pasok yang terintegrasi dan efisien.

Selain itu, peningkatan efisiensi daur ulang kendaraan yang telah habis masa pakainya menjadi fokus utama. 

Otoritas China mendorong proses pembongkaran yang lebih terstandarisasi, tingkat pemulihan material yang lebih tinggi, serta peningkatan kapasitas pengolahan logam dan plastik bekas. 

Langkah ini diharapkan mampu menyediakan pasokan bahan baku yang stabil bagi industri otomotif sekaligus mengurangi ketergantungan pada material primer.

Sektor baterai juga mendapat perhatian khusus. Seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di China, pemerintah menilai baterai bekas sebagai sumber material strategis yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi. 

Kebijakan ini mencakup peningkatan penggunaan material daur ulang dalam pembuatan baterai serta penguatan sistem pengumpulan dan daur ulang baterai bekas.

Tak hanya itu, rencana aksi ini juga mencakup pengembangan standar nasional, sistem sertifikasi, dan mekanisme ketertelusuran material daur ulang. 

Kerangka tersebut bertujuan memastikan kualitas, keamanan, dan konsistensi material daur ulang yang digunakan dalam produksi kendaraan.

Dalam jangka panjang, China menargetkan terbentuknya sistem daur ulang nasional yang lebih komprehensif dan meningkatnya penerimaan industri terhadap material daur ulang sebagai bahan baku utama. 

Bagi industri otomotif, kebijakan ini akan mempercepat penerapan ekonomi sirkular, mulai dari desain kendaraan, proses manufaktur, hingga pengelolaan akhir masa pakai kendaraan.

Kebijakan ini menegaskan komitmen China untuk mengintegrasikan material daur ulang secara sistematis ke dalam ekosistem otomotif nasional, dengan melibatkan produsen mobil, pemasok, dan industri daur ulang di setiap tahap siklus hidup kendaraan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close