Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut terdapat kesamaan karakter antara seorang pengusaha dan tentara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha nasional yang tergabung dalam Grup Indika dan berinisiatif mengembangkan produksi motor listrik.
Dia menilai keputusan tersebut membutuhkan keberanian karena terdapat risiko besar dalam setiap inisiatif bisnis.
"Inisiatif itu keberanian, karena inisiatif mengandung risiko, segala yang kau keluarkan berapa tahun yang lalu bisa gagal. Ini pun hari ini ada risiko. Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated, kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah dan yang lemah harus bersatu," ujar Prabowo.
Dia juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi para pengusaha tersebut karena industri motor listrik nasional bersaing dengan negara-negara yang memiliki industri maju, seperti Jepang, Korea, dan China.
"Sampai hari ini saya katakan, sesungguhnya saudara Arsjad (Arsjad Rasjid), saudara Wisnu (Wisnu Wardhana) (grup) Indika, saudara masih risiko, saudara menghadapi saingan luar biasa dari negara-negara hebat. Jepang, Korea, China, and yet kalian masih berani, saudara-saudara sekalian," lanjutnya.
Prabowo kemudian mengaitkan pengalamannya sebagai prajurit dengan dunia kewirausahaan.
Setelah menjalani masa pengabdian sebagai tentara, ia juga pernah terjun ke dunia bisnis. Dari pengalaman tersebut, Prabowo melihat adanya sejumlah persamaan antara tentara dan pengusaha.
"Makanya saya benar-benar memahami bahwa menjadi pengusaha, menjadi wiraswasta itu sifatnya itu sama hampir dengan tentara. Maka seorang entrepreneur, dia pakai kata-kata wiraswasta," kata Prabowo.
Menurutnya, pengusaha juga membutuhkan strategi layaknya seorang tentara ketika menghadapi medan persaingan.
Perencanaan, intelijen, penelitian dan pengembangan, hingga logistik harus diperhitungkan dengan matang.
"Karena dia bertempur dan dia pakai ilmu perang juga. Ada intelnya juga, litbang itu intel, habis itu dia ada logistik, semuanya dihitung. Jadi mereka ini masih risiko, masih risiko, tapi ada keberanian," lanjutnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pengembangan motor listrik nasional memiliki kaitan dengan kepentingan strategis Indonesia.
Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari negara lain.
"Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar, terlalu besar. Ada perang di tempat yang jauh rakyat kita bisa korban, kita tidak ada kepentingan. Ada pertikaian di mana, ada perang dagang di mana, kita kena, kita selalu dihantui," ujar Prabowo.
Presiden menilai Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar yang dapat menjadi kekuatan nasional.
Karena itu, menurutnya, hal terpenting adalah kemampuan bangsa dalam menjaga serta mengelola sumber daya yang tersedia.
"Tidak bisa. Ternyata kalau belajar dengan benar tidak usah terlalu kita mengerti, Indonesia memiliki kekuatan luar biasa, Indonesia memiliki sumber alam luar biasa, tinggal kita bisa atau tidak menjaga dan mengelolanya," tukas Prabowo.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh