Puisi Indah Awali Perdebatan Panas Soal Hukuman Mati Koruptor di Edisi Perdana Suara Nusantara

Puisi Indah Awali Perdebatan Panas Soal Hukuman Mati Koruptor di Edisi Perdana Suara Nusantara

Nusantaratv.com - 13 Agustus 2026

Manager News Production Nusantara TV, Robert Parus dan Annisa Fitria, Creative Produksi NTV membacakan puisi berjudul Suara Nusantara
Manager News Production Nusantara TV, Robert Parus dan Annisa Fitria, Creative Produksi NTV membacakan puisi berjudul Suara Nusantara

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Program mega talkshow Suara Nusantara yang digagas Nusantara TV resmi diluncurkan di Nusantara Hall NT Tower Pulomas Jakarta, Rabu (12/8/2026) malam. 

Acara peluncuran yang dikemas sederhana namun penuh makna semakin terasa spesial dengan pembacaan puisi yang dibawakan secara bergantian dan bersama-sama (feat) oleh Manager News Production Nusantara TV, Robert Parus dan Annisa Fitria, Creative Produksi NTV. 

Puisi berjudul Suara Nusantara tersebut menjadi pengantar yang sejuk dan reflektif bagi para narasumber sebelum terlibat perdebatan sengit terkait polemik penerapan hukuman bagi bagi koruptor pada edisi perdana bertema "Darurat Korupsi, Saatnya Hukuman Mati?". 

Karena sejatinya puisi dan praktik korupsi yang tumbuh dari kubangan politik kotor memiliki keterkaitan yang erat. Sebagaimana ungkapan termasyur dari Presiden ke-35 Amerika Serikat John F Kennedy..."Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya"

Kennedy merangkum gagasan bahwa seni berfungsi sebagai cermin moral, penyeimbang nurani, dan kritik penawar ketika kekuasaan kehilangan arah. Seni membersihkan politik dengan menyuarakan kebenaran tanpa kekerasan, menggugah empati publik, dan menolak pembungkaman.

Dengan spirit yang sama, Nusantara TV menghadirkan program mega talkshow Suara Nusantara, ruang diskusi untuk menyuarakan keberpihakkan terhadap keadilan dan nilai-nilai kebenaran di tengah derasnya disinformasi dan hoaks. 

Host Anisha Dasuki bersama para narasumber edisi perdana Suara Nusantara

Suara Nusantara

Ketika sunyi tak lagi mampu menyimpan,
Ketika diam berubah menjadi pertanyaan,
Maka di titik itulah
Suara harus dilahirkan.

Dari tanah yang diguncang sejarah,
Dari langit yang menyimpan doa
Kita bangkit membawa kata, 
Kita bangkit membawa makna, 
Kita bangkit membawa keberanian.

Ini bukan sekadar percakapan.
Ini adalah pertemuan akal dan nurani,
Tempat di mana kebenaran diuji,
Dan keberpihakan dituntut berdiri.

Politik bukan hanya kekuasaan,
Ia adalah amanah yang harus dijaga.
Hukum bukan sekadar pasal,
Ia adalah keadilan yang harus terasa
Ekonomi bukan angka semata,
Ia adalah kehidupan yang harus sejahtera.

Dengarkan…
Ada suara yang tak ingin lagi dibungkam.
Ada suara yang menolak untuk dilupakan.
Ada suara yang hari ini memilih untuk berdiri di garis depan.

Suara Nusantara....
Menggema melampaui batas dan perbedaan,
Menembus ruang, menyalakan harapan,
Menyatukan kita dalam satu tujuan.

Di sinilah kita berbicara tanpa takut,
Di sinilah kita mendengar tanpa sekat,
Di sinilah masa depan dirumuskan 
Dengan keberanian, dengan kejujuran, dengan harapan.

Karena bangsa besar tak lahir dari diam,
Tapi dari suara yang berani digemakan...
Dan malam ini Suara itu… Dimulai.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close