UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari

UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari

Nusantaratv.com - 07 Maret 2026

UMKM roti milik Rahmat di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)
UMKM roti milik Rahmat di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dirasakan langsung manfaatnya oleh pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

Salah satunya datang dari usaha roti milik Rahmat (42 tahun), pelaku UMKM bakery di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebelum program MBG berjalan, usaha roti milik Rahmat rata-rata memproduksi sekitar 1.000 roti per hari. Namun, sejak dipercaya menyuplai roti untuk MBG, produksinya melonjak.

"Setelah ada pesanan MBG ini, sekitar 2.500 pesanan per hari. Sebelumnya paling 1.000-an. Kami melayani dua dapur produksi, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng Bulu dan SPPG Kelurahan Bulu," kata Rahmat dikutip Sabtu (7/3/2026).

Untuk kebutuhan MBG, Rahmat memproduksi varian roti kecil dengan harga terjangkau, berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500, yang dikemas dengan standar gizi yang ditentukan.

Rekrut Pegawai Baru

Lonjakan pesanan ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitarnya. Rahmat kini menjalankan tokonya dengan lima orang pegawai, termasuk dia dan istrinya, sementara tiga lainnya adalah pegawai baru yang direkrut khusus untuk menangani pesanan MBG.

"Otomatis menambah pegawai karena kalau ditangani sendiri tidak mampu. Kami juga bisa memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang biasanya menganggur di rumah, hari ini bisa diberdayakan untuk membantu. Dan itu mudah-mudahan bisa memberikan nilai lebih," jelasnya.

UMKM roti milik Rahmat di Dusun Dukuh Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)

Bagi Rahmat pribadi, tambahan penghasilan ini sangat membantu biaya pendidikan ketiga anaknya.

"Dengan adanya orderan MBG ini secara otomatis bisa menambah penghasilan kami. Kebutuhan yang biasanya itu tidak bisa ter-cover, dengan adanya orderan MBG ini Alhamdulillah bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari."

Kisah Rahmat di Sukoharjo adalah satu dari jutaan bukti nyata dampak ekonomi program MBG secara nasional.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa per Februari 2026, program ini telah berhasil menciptakan satu juta lapangan kerja melalui operasional dapur MBG di seluruh Indonesia.

"Dengan 22.000 (dapur) saja sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta. 22.000 kali 50 orang yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta," ujar Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Februari lalu.

Rahmat berharap program ini terus berlanjut karena sangat membantu UMKM kecil bertahan di tengah persaingan pasar yang ketat. 

"Seandainya bisa bertemu Pak Prabowo, ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Prabowo atas program MBG ini. Karena betul program ini membantu kami, khususnya UMKM kecil-kecil ini untuk bisa bertahan. Karena di roti, kompetitornya itu sangat luar biasa. Dengan adanya MBG ini bisa bertahan," tutupnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close