Nusantaratv.com - Direktur Utama Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, menegaskan Nusantara Energy Forum (NEF) 2026 kembali menjadi wadah strategis lintas sektor untuk membahas masa depan energi Indonesia.
Forum ini telah diselenggarakan selama dua tahun berturut-turut dan terus berkembang sebagai ruang dialog yang konstruktif.
“Forum ini menjadi tempat diskusi untuk memberikan masukan dari berbagai perspektif, baik pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi, maupun entrepreneur," ujar Randy di Nusantara Hall, NT Tower, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026.
Energi Bukan Sekadar Komoditas, Tapi Instrumen Strategis
Dalam paparannya, Randy menyoroti kondisi global yang saat ini berada dalam pusaran geopolitik yang semakin kompleks.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, menurutnya, menjadi pengingat energi kini telah bertransformasi dari sekadar komoditas ekonomi menjadi instrumen strategis yang menentukan stabilitas hingga kedaulatan suatu negara.
Di tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia justru mendapatkan pengakuan internasional.
Berdasarkan laporan terbaru tahun 2026, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang paling tahan terhadap guncangan harga energi dunia.
Namun demikian, Randy mengingatkan agar capaian ini tidak membuat Indonesia terlena.
"Apakah ketahanan ini sudah cukup? Apakah kita benar-benar menuju kedaulatan energi, atau justru terlalu nyaman dengan kondisi saat ini?" tegasnya.
Subsidi Bukan Solusi Jangka Panjang
Selama bertahun-tahun, kebijakan energi nasional masih bertumpu pada subsidi untuk menjaga keterjangkauan harga, melindungi daya beli masyarakat, serta meredam dampak gejolak global.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam jangka pendek, dengan stabilitas yang terjaga dan inflasi yang terkendali.
Namun, Randy menilai subsidi bukanlah solusi jangka panjang. "Subsidi adalah penyangga. Ia melindungi hari ini, tetapi belum tentu mampu menjamin masa depan," jelasnya.
Menurutnya, konsep kesejahteraan energi harus berkembang. Energi tidak lagi sekadar murah, tetapi juga harus terjamin dari sisi harga, stabil dalam pasokan, serta tangguh dalam menghadapi krisis global.
Dorong Transformasi dan Energi Berkelanjutan
Untuk mencapai kedaulatan energi, Indonesia perlu melakukan transformasi besar dalam kebijakan dan sistem energi.
Hal ini mencakup penguatan energi baru terbarukan, diversifikasi sumber energi, serta pendekatan kebijakan yang berkelanjutan.
Randy menegaskan perubahan paradigma sangat dibutuhkan, dari sekadar memberikan bantuan menuju pembangunan sistem energi yang kokoh dan berdaya tahan tinggi.
"Jika kita ingin beralih dari sekadar tahan guncangan menjadi berdaulat, maka transformasi adalah keharusan," katanya.
Momentum Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Tema yang diangkat dalam NEF 2026 "Timur Tengah Membara, Indonesia Berdaulat Energi" disebut bukan hanya refleksi atas kondisi global, tetapi juga menjadi arah dan panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Indonesia dihadapkan pada dua pilihan: menjadi pihak yang terdampak atau menjadi negara yang mampu mengelola dan mengendalikan risiko.
Kedaulatan energi, lanjut Randy, bukan berarti terlepas dari dinamika global, melainkan kemampuan untuk tetap tangguh di tengah perubahan tersebut.
NEF 2026 Jadi Katalis Aksi Nyata
Lebih dari sekadar forum diskusi, Nusantara Energy Forum diharapkan menjadi katalis yang mampu menghubungkan gagasan dengan aksi nyata.
Forum ini juga berperan menyatukan berbagai kepentingan menjadi arah kebijakan yang konkret.
Sebagai bagian dari ekosistem media, Nusantara TV mengambil peran strategis sebagai penggerak narasi, penghubung kepentingan, sekaligus akselerator perubahan di sektor energi.
"Kita tidak hanya membahas energi hari ini, tetapi juga membentuk cara pandang baru untuk masa depan energi Indonesia," tukas Randy.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh