Nusantaratv.com-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menilai pemahaman mengenai bahasa kasih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keharmonisan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat.
Menurut Wihaji, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, kemampuan memahami karakter, watak, dan cara mengekspresikan kasih sayang dinilai berperan besar dalam menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga.
"Dari mana memperbaiki keluarga? Kalau kita memahami bahasa kasih, watak, dan cinta, Insyaa Allah setengah masalah selesai," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa perubahan zaman menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih adaptif agar hubungan antaranggota keluarga tetap terjaga dengan baik.
"Tentu kita harus punya cara-cara baru, ilmu baru, metode baru untuk kebaikan bersama. Pemahaman mengenai bahasa kasih dan karakter menjadi salah satu bekal penting agar keluarga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pakar Neurosains dan Konsultan Keluarga Aisah Dahlan memaparkan bahwa watak merupakan karakter dasar yang telah dimiliki manusia sejak lahir dan diwariskan secara genetik. Meski demikian, perbedaan karakter tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberi penilaian baik atau buruk terhadap seseorang karena setiap individu memiliki keunikan masing-masing.
Baca juga: Kemendukbangga Pastikan TPK Siap Dukung Perluasan Program MBG bagi Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
Menurut Aisah, watak yang bersifat bawaan tetap dapat diarahkan dan dibentuk melalui proses pembelajaran serta penanaman nilai-nilai kehidupan.
"Watak bisa dibentuk dengan kita memasukkan ilmu dan prinsip hidup di otak bagian depan, yakni frontal lobus," ucap Aisah, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor, mulai dari pendidikan, pola pengasuhan, nilai budaya, hingga pasangan hidup, turut memengaruhi pembentukan karakter seseorang. Pemahaman tersebut, lanjutnya, dapat diterapkan melalui pengenalan empat tipe kepribadian utama, yakni sanguinis yang cenderung ceria, koleris yang tegas, plegmatis yang tenang, dan melankolis yang perfeksionis.
Setiap tipe kepribadian memiliki pola komunikasi dan pendekatan yang berbeda. Karena itu, orang tua maupun pasangan suami istri perlu memahami karakter masing-masing agar interaksi dalam keluarga dapat berjalan lebih baik dan minim konflik.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengajak keluarga Indonesia untuk terus memperkuat kualitas hubungan antaranggota keluarga dengan membangun komunikasi yang hangat, saling memahami karakter, serta menumbuhkan budaya bahasa kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan mengenai pentingnya bahasa kasih dalam keluarga tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk "Bahasa Kasih dalam Keluarga" yang diselenggarakan secara daring oleh Kemendukbangga/BKKBN pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh