Nusantaratv.com-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan komitmen kuat kementeriannya untuk bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. Hal ini disampaikan dalam acara kerja sama yang menyoroti program Sosialisasi Aman Pangan (SAPA).
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program SAPA milik Badan POM sangat selaras dengan visi Presiden RI mengenai budaya ASRA (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kebijakan ini menjadi landasan bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam membangun atmosfer sekolah yang nyaman bagi siswa.
“Kami menyambut baik program SAPA karena ini sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden tentang budaya ASRA. Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah di setiap satuan pendidikan,” tutur Abdul Mu'ti di kantor BPOM, 29 Juni 2026.
Selain aspek kesehatan fisik, Abdul Mu'ti menekankan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter. Ia memperkenalkan konsep “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang diharapkan menjadi gaya hidup baru bagi generasi muda.
Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi:
1. Bangun pagi.
2. Beribadah.
3. Berolahraga.
4. Makan sehat bergizi.
5. Gemar belajar.
6. Bermasyarakat.
7. Tidur cepat.
“Program sekolah sehat dan kebiasaan yang kita sebut sebagai tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini adalah bagian dari penguatan pendidikan karakter. Ini bukan sekadar teori, tapi kebiasaan yang harus diinternalisasi,” tambahnya.
Baca juga: Infografik: BPOM Gagalkan Peredaran 2,08 Juta Kosmetik Ilegal Impor Senilai Rp27,6 Miliar
Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa kerja sama dengan Badan POM sangat krusial dalam mengawal program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengingat anak-anak sekolah adalah penerima manfaat terbesar dari program ini, aspek keamanan pangan menjadi hal yang mutlak.
“Kebijakan ini sejalan dengan program MBG Bapak Presiden. Kita ingin membiasakan anak-anak makan sehat dan bergizi. Melalui sinergi ini, kita tidak hanya menyediakan makanan, tapi juga membangun budaya hidup sehat, termasuk kebiasaan berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” jelasnya.
Abdul Mu'ti juga mengapresiasi langkah Badan POM yang melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa daerah. Menurutnya, pendekatan budaya sangat penting agar pesan tentang kesehatan dan keamanan pangan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas, tidak hanya oleh mereka yang berada di lingkungan sekolah.
“Penting bagi kita untuk membangun kesadaran bersama yang melibatkan semua unsur, termasuk masyarakat. Sosialisasi dengan bahasa daerah sangat penting agar program ini terinternalisasi dengan budaya setempat,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Abdul Mu'ti berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mencetak generasi Indonesia yang tangguh.
“Ini adalah langkah awal bagi kami untuk bersinergi membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani,” pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh