Nusantaratv.com-Untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang siap bersaing secara global, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memperkuat kolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui kegiatan Prasara dan Vistara Program Prioritas Pembangunan Keluarga yang dilaksanakan secara hybrid di kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, dan Youtube @kemendukbangga_bkkbn, Kamis 26 Februari 2026.
“Prasara dan vistara ini diambil dari bahasa Sanskerta, yang artinya promosi dan sosialisasi, dalam hal ini tentang program Kemendukbangga/BKKBN yang kami mintakan bantuan untuk disinergikan dan dikolaborasikan dengan TP PKK karena TP PKK punya kekuatan sampai bawah. Prasara dan vistara ini diharapkan menjadi media awal untuk melaksanakan program prioritas dan di-_support_ oleh TP PKK,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.
Adapun program yang diprioritaskan Kemendukbangga/BKKBN adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan AI – Whatsapps Tentang Keluarga.
Sejalan dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, Ibu Dr. Yane Ardian Bima Arya. yang mewakili Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menyampaikan harapan kepada seluruh jajaran TP PKK di semua jenjang.

Sinergi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Prasara dan Vistara untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas. (Istimewa)
“Petakan dan lakukan integrasi dan penyesuaian program kerja agar selaras dengan berbagai Program Prioritas Pembangunan Keluarga. Perkuat kolaborasi dengan mitra di daerah, baik dengan pemerintah seperti Perwakilan BKKBN Provinsi dan dinas terkait, maupun dengan mitra pembangunan lainnya agar terjadi optimalisasi sumber daya,” tutur Yane Ardian.
Menteri Wihaji pun menyampaikan bahwa ke depannya akan ada sinergi peran TP PKK dalam program pembangunan keluarga, antara lain integrasi Bina Keluarga Balita (BKB) dengan Posyandu dan PAUD melalui edukasi, kunjungan rumah dan layanan referensi, integrasi edukasi pengasuhan ayah ke dalam kegiatan dan program PKK.
Kemudian, diinisiasi pembentukan dan penyelenggaraan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia BKL di wilayah kerja masing-masing, serta integrasi Program Poktan UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) dan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh