Nusantaratv.com - Kementerian Dalam Negeri bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus Papua) berkolaborasi merealisasikan kebijakan Papua Produktif. Upaya yang dilakukan adalah mendorong pengembangan dan investasi komoditas kakao (coklat) di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).
“Kebijakan Otsus Papua, selain mendukung program Papua Cerdas dan Papua Sehat, juga memberi atensi untuk kebijakan Papua Produktif, terutama pemberdayaan masyarakat di bidang perekonomian,” kata Direktur Penataan Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumule Tumbo, di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Sumule Tumbo, langkah awal pengembangan komoditas kakao di ketiga kabupaten wilayah Papua tersebut ditandai dengan rapat koordinasi percepatan pembangunan bidang perekonomian di Jakarta, pada Kamis (19/2/2026) di Jakarta.
Hadir dalam rakor tersebut, perwakilan Kementerian dan Lembaga teknis di pusat, pemerintah daerah dan sejumlah investor nasional.
Sumule Tambo menjelaskan, usaha komoditas coklat di tanah Papua selama ini sudah dikembangkan sejak dulu. Ada yang kemudian pengembangannya dibiayai dari dana Otsus karena mempekerjakan orang asli Papua (OAP), seperti yang dilakukan di Kabupaten Mansel, Papua Barat. Karena itu, perlu disupport untuk pengembangannya, termasuk mencari peluang pasar dan investasi.
Anggota KEPP Otsus Papua, Billy Mambrasar, mengatakan Upaya mendorong ekonomi produktif di tanah Papua yang sedang dilakukan saat ini merupakan implementasi pesan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo mengamanatkan setiap daerah agar melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengembangkan komoditas lokal yang produktif. Kebetulan Kabupaten Yapen, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mansel selama ini sudah dikenal memiliki potensi usaha komoditas coklat, sehingga kami bersama Kemendagri berusaha melakukan pengembangan usaha di ketiga daerah tersebut,” ungkap Billy Mambrasar.
Menurut Billy Mambrasar, rapat koordinasi percepatan pembangunan bidang perekonomian di Provinsi Papua dan Papua Barat terkait pengembangan usaha coklat telah menghasilkan sejumlah komitmen yang akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan akselerasi pembangunan komoditas dimaksud.
“Kami dari KEPP Otsus Papua mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan seluruh Kementerian serta Lembaga teknis di Pusat yang telah memberikan dukungan untuk pengembangan komoditas kakao di tanah Papua. Semoga ke depannya, usaha ini bisa bermanfaat untuk masyarakat di Tanah Papua,” harap Billy Mambrasar.
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Roi Palunga mengapresiasi perhatian Kemendagri dan KEPP Otsus Papua bersama Kementerian dan Lembaga teknis di Pusat yang telah memberikan perhatian terhadap usaha kakao di daerahnya.
“Apa yang dihasilkan dari pertemuan ini, tentu memberikan harapan baru kepada petani kakao di Kabupaten,” ungkap Wakil Bupati Roi Palunga.
Dia menjelaskan, usaha kakao sudah dilakukan para petani di Kabupaten Kepulauan Yapen sejak 20 tahun lalu. Tapi kesulitan pemasaran hasil usaha lantaran tidak ada investor yang menampung produksi mereka membuat semangat para petani kakao di daerah tersebut agak patah arang.
“Tapi sekarang sudah ada komitmen dari Kemendagri dan KEPP Otsus Papua serta para investor, kami pemerintah daerah akan bersama-sama mewujudkan harapan baru petani kakao di Kabupaten Yapen,” ujar Roi Palunga. (*)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh