Nusantaratv.com - Pendampingan psikososial yang diberikan pemerintah kepada anak-anak korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sementara, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan mereka untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti akibat bencana.
Jurnalis Nusantara TV Emir Hamzah dan Indarmawan Hadede mengikuti rangkaian kegiatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Langkat dan Tapanuli Selatan.
Sejumlah anak korban banjir mengaku senang atas kehadiran Menteri PPPA Arifah Fauzi yang turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, pada awal Januari 2026.
Di tengah kondisi pascabencana, anak-anak menerima perhatian, hiburan, serta bantuan perlengkapan sekolah yang sangat mereka butuhkan.
"Senang sekali dapat buku, papan ujian, sama pewarna. Terima kasih Ibu Menteri sudah ngasih kami peralatan tulis," ujar Azzam, salah satu anak korban banjir, Sabtu, 3 Januari 2026.
Selain menerima alat tulis dan buku gambar, anak-anak juga diajak mengikuti berbagai kegiatan bermain, bernyanyi, hingga pertunjukan boneka tangan yang bertujuan membantu pemulihan psikologis mereka setelah bencana.
Di balik keceriaan tersebut, tersimpan harapan besar agar kehidupan mereka segera kembali normal. Azzam menyampaikan keinginannya untuk kembali bersekolah setelah bangunan sekolah di wilayahnya rusak akibat banjir.
"Sekolah hancur. Mau sekolah lagi, tolong bangun sekolah kami," katanya.
Hal serupa disampaikan Wulan, siswi kelas 2 yang turut menerima bantuan edukatif. Ibunya, Lilis, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap anak-anak mereka.
"Ada buku gambar, papan ujian juga. Senang. Terima kasih, Ibu," ucap Wulan singkat.
Lilis menilai pendampingan psikososial sangat membantu anak-anak dalam menghadapi situasi sulit pascabencana.
"Sedih dengan keadaan seperti ini, tapi sangat terbantu. Terima kasih sudah hadir menghibur anak-anak kami," tuturnya.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan, pendampingan terhadap anak-anak korban bencana merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana.
Pemerintah berkomitmen memastikan anak-anak tetap mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta dukungan psikologis agar mereka dapat bangkit dan melanjutkan masa depan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan emosional dan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh