Nusantaratv.com-Pecatur muda asal Bali, FM Fabian Glen Mariano tampil sebagai juara kategori Open JAPFA Chess Festival ke-16 2026 di Gedung Serba Guna, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Persaingan perebutan gelar juara berlangsung sengit hingga babak ke-9 atau terakhir. Pemenang di kategori bergengsi ini pun harus ditentukan melalui penilaian tie break karena Fabian dan pesaingnya IM Gilbert Elroy Tarigan memiliki poin yang sama 7,5.
Sebelumnya sempat terjadi salah input hasil akhir kategori Open di situs chessresult.com yang menempatkan Gilbert sebagai juara. Namun kekeliruan tersebut segera dikoreksi oleh bidang perwasitan turnamen.
Pergantian ini setelah ditemukan kesalahan tie-break 2 pada program pairing edisi 1 Maret 2026 yang menggunakan sistem input Swiss Manager versi lama (pairing 2023), khususnya pada laga yang melibatkan hasil Walk Out (WO). Demi transparansi, akurasi, dan integritas pertandingan, koreksi hasil akhir telah disesuaikan sepenuhnya berdasarkan ketentuan technical meeting.
Fabian akhirnya berhak menyandang gelar juara berkat keunggulan nilai tiebreak 53,5 berbanding 50,5 atas Gilbert sang runner up. Dengan demikian Fabian sukses mempertahankan gelar yang direbutnya tahun lalu.
“Sudah pasti saya sangat senang berhasil meraih dan mempertahankan gelar,” kata Fabian.
"Tentu ini menambah rasa percaya diri untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi," imbuhnya.
Sementara pada kategori spesial Duel Match, dua wakil Indonesia yakni IM Satria Duta Cahaya dan WIM Laysa Latifah harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. Dari total 10 babak yang dimainkan (4 babak catur standar, 2 cepat dan 4 kilat), Satria Duta kalah atas pecatur muda Vietnam IM Khuong Duy Dau dengan skor 3-7.
Sedangkan Laysa Latifah menyerah dengan skor 2-8 pada wakil Kazakhstan WGM Xeniya Balabayeva.
Meski bukan hasil yang diharapkan, namun menurut Pengamat Catur Kristianus Liem, kekalahan yang dialami Duta dan Laysa dapat menjadi pembelajaran penting bagi keduanya dan para pecatur Indonesia lainnya. Agar mereka tidak berpuas diri dengan pencapaian yang sudah diraih dan terus berlatih dengan gigih.
"Menjadi bahan evaluasi sekaligus introspeksi supaya ke depan mereka berlatih lebih keras. Memperkuat pemahaman teori dan strategi dalam bermain catur. Mereka masih sangat muda, masih terbuka luas kesempatan untuk meningkatkan kualitas agar dapat bersaing di kancah internasional," ujar Kristianus Liem.
Selain menghadirkan persaingan sengit di semua kategori, babak terakhir Japfa Chess Festival 2026 juga diisi dengan coaching clinic oleh Dewan Pembina PB Percasi Grand Master Utut Adianto. Utut Adianto mengatakan tantangan terbesar catur Indonesia saat ini adalah melahirkan pecatur absolut kelas dunia.
“JAPFA sudah enggak perlu dipertanyakan lagi, mereka luar biasa membantu. Yang kita sampai sekarang Adalah belum membuahkan adalah pecatur absolut kelas dunia,” ujarnya.
“Pemain-pemain bergelar sudah banyak. Yang belum, kita melahirkan pemain sekelas Anand misalnya begitu, yang absolut di kelas dunia,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Pujalaksana, mengapresiasi dukungan Japfa yang konsisten memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan. Turnamen ini dinilai menjadi sarana krusial untuk memetakan potensi pecatur muda di tanah air.
"Jelas terlihat bahwa turnamen ini sangat membantu kita, Percasi, untuk memilih pemain-pemain muda khususnya. Kita bisa melihat seberapa besar animo, minat, dan potensi bibit-bibit pecatur muda yang bisa kita jaring dan kembangkan di kemudian hari,” ungkpnya.
JAPFA Chess Festival 2026 diikuti 520 pecatur dari 5 negara dan 23 provinsi di Indonesia. Turnamen ini digelar pada 1–6 September di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, dengan hadiah total Rp 298.900.000.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh