Di WEF 2026, Prabowo Cerita Tentang Desa yang Gembira Dapat Panel Interaktif: "Saya Terharu"

Di WEF 2026, Prabowo Cerita Tentang Desa yang Gembira Dapat Panel Interaktif: "Saya Terharu"

Nusantaratv.com - 23 Januari 2026

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok/Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan kesan megharukan saat menceritakan masyarakat di sebuah desa yang gembira menerima papan interaktif digital (PID) di sekolah-sekolah mereka.

Saat menyampaikan pidatonya dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo mengungkapkan para siswa, guru, dan warga desa sangat antusias ketika menerima fasilitas tersebut pada pekan pertama pelaksanaan program.

Bahkan, dia mengatakan banyak dari mereka menangis haru ketika papan-papan interaktif itu terpasang di ruang-ruang kelas. Namun, secara khusus, Kepala Negara menuturkan ada satu momen yang paling menyentuh hatinya.

"Kami menerima banyak pesan, salah satunya berbunyi: 'Pak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui keberadaan kami. Baru kali ini kami merasa pemerintah pusat peduli, hadir di desa kami, dan membantu mendidik anak-anak kami'. Bagi saya, ini sangat mengharukan," ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Bagi Prabowo, program panel interaktif di sekolah bukan sekadar upaya digitalisasi, melainkan langkah strategis pemerintah agar anak-anak di seluruh Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan lebih mudah.

Misi tersebut, lanjutnya, dianggap penting karena kualitas pengembangan sumber daya manusia akan menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Di Davos, Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Kunci Lepas dari Kemiskinan

"Ketertinggalan pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, atau tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern," tambahnya.

Oleh karena itu, Prabowo memastikan program digitalisasi pendidikan akan terus diperluas secara masif mulai tahun ini.

"Tahun ini pada 2026, kami akan menambah satu juta panel interaktif digital lagi sehingga setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas dengan fasilitas tersebut," kata Prabowo.

Dia menargetkan dalam tiga tahun ke depan seluruh sekolah di Indonesia memiliki infrastruktur pembelajaran digital yang memadai dan merata.

"Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah mana pun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid," tutup Prabowo.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close