NusantaraTV.com- Program Dari Meja Redaksi episode Senin, 12 Oktober 2026 menghadirkan dialog tentang kasus bullying atau perundungan yang terjadi di sekolah. Tema tersebut menjadi pembahasan karena Redaksi Nusantara TV memberikan perhatian serius terhadap kasus bullying di Pemalang yang menyebabkan seorang siswa tewas.
Dipandu oleh Jurnalis Nusantara TV, Chakry Miller, Program Meja Redaksi mengangkat tema "Alarm Merah di Balik Kasus Perundungan Sekolah" dan menghadirkan Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti hingga Producer Eksekutif NTV Aris Munandar
Menurut Retno, anak pelaku kekerasan di sekolah bisa jadi adalah korban kekerasan di rumahnya.
“Karena anak itu kan cermin dari orang tuanya. Jadi ketika orang tuanya melakukan kekerasan, anak yang terluka sebenarnya luka batin ya, dia akan melampiaskan ke teman seusianya,” kata Retno, Senin (12/10/2026).
“Di mana ya? Ya di sekolah kan biasanya. Nah, dia akan cari orang-orang yang lebih lemah dari dirinya. targetnya selalu itu. Kalau anaknya berani enggak mungkin jadi target mereka gitu. Jadi anak-anak yang dibesarkan dengan kekerasan dan memiliki luka batin biasanya akan ditumpahkan ketika dia berada di sekolah.”
Retno menuturkan, sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak berperilaku tidak tepat. Pertama, ketika anak dari SD ke SMP dan mengalami perubahan dalam merespons orang tuanya biasanya dianggap melawan.
“Orang tua keliru menangkapnya dengan menganggap, kamu tuh dulu baik sekarang kok ini gara-gara gaul sama si ini, sama si ini. Akhirnya anak ini merasa teman adalah hal yang nyaman. Maka di usia 13 sampai dengan 18 anak-anak itu apa kata temannya?” jelas Retno.
Sementara, kata Retno, bagi anak-anak TK apa yang dikatakan Ayah Bunda dan Guru adalah seperti pedoman. Berbeda dengan SMP dan SMA, karena pada masa ini anak sudah mulai mengenal lawan jenis.
“Nah, orang tua kemudian menganggap jangan ini, jangan itu. Jadi, ini juga bisa jadi bentuk-bentuk yang kenakalan. Oh, kalau gitu enggak boleh lawan jenis. Ya udah deh, akhirnya kena video pornografi gitu. Jadi bisa aja. Padahal pacaran itu kan enggak harus berpikir bahwa akan ada sentuhan fisik,” kata Retno.
Retno menuturkan semestinya orang tua saat ini memasuki masa remaja lebih menekankan pada bagian tubuh yang tidak boleh dilihat dan dipegang siapapun.
“Jadi kalau ada orang mau lihat misalnya disuruh videoin, suruh fotoin, itu jahat. Nah, jadi kamu harus lapor atau jauhi orang itu gitu. Karena sekarang kekerasan seksual daringnya tuh tinggi kan Indonesia. Jadi kita sebenarnya, harusnya udah ini gawat darurat gitu,” ucap Retno.
Dialog Program Dari Meja Redaksi tentang Maraknya Kasus Kekerasan Anak episode Senin, 12 Oktober 2026 dapat Anda akses selengkapnya melalui Youtube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh