CEO Intel Soroti Pesatnya Adopsi AI China, Model DeepSeek hingga Kimi Makin Diperhitungkan

CEO Intel Soroti Pesatnya Adopsi AI China, Model DeepSeek hingga Kimi Makin Diperhitungkan

Nusantaratv.com - 12 Oktober 2026

CEO Intel, Lip-Bu Tan. (Foto: Reuters)
CEO Intel, Lip-Bu Tan. (Foto: Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Adopsi model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mutakhir di China berlangsung sangat cepat, didukung biaya penggunaan yang lebih rendah. 

Hal ini disampaikan CEO Intel, Lip-Bu Tan, yang menilai model AI buatan China seperti DeepSeek, Kimi, dan GLM memiliki kinerja yang cukup baik.

Dalam sebuah panel yang diselenggarakan oleh DBS pada Senin, Tan menyoroti perkembangan ekosistem AI China, terutama dari sisi efisiensi biaya dan kecepatan adopsi teknologi.

Menurut Tan, biaya token pada model AI mutakhir asal China relatif lebih rendah. 

Token merupakan unit dasar yang digunakan model AI untuk memproses teks maupun menghasilkan respons. 

Biaya token menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efisiensi penggunaan AI, terutama untuk kebutuhan berskala besar.

Tan juga menyampaikan keyakinannya terhadap pendekatan open source atau sumber terbuka. 

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara terbaik untuk mendorong efisiensi dan memperluas pemanfaatan teknologi AI.

"Saya sangat percaya pada open source, itu cara terbaik untuk mendorong efisiensi," ujar Tan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/10/2026). 

Dia menambahkan, persaingan di industri AI pada akhirnya akan ditentukan oleh pasar. 

Model yang paling menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan penggunaan tertentu berpeluang lebih menonjol dibandingkan pesaingnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya efisiensi biaya, kualitas model, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pengguna di tengah persaingan industri AI global.

Selain membahas perkembangan AI, Tan turut menyoroti potensi komputasi kuantum. Dia memperkirakan teknologi tersebut dapat menjadi arus utama dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Menurut Tan, perangkat lunak juga akan memegang peranan penting dalam mengoptimalkan penggunaan infrastruktur komputasi yang dibutuhkan. 

Dengan pengelolaan yang lebih efisien, infrastruktur tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan teknologi.

Perkembangan AI dan komputasi kuantum pun menjadi dua bidang yang terus menarik perhatian industri teknologi, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kemampuan komputasi yang lebih efisien dan canggih.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close