BREAKING NEWS: Prabowo Buka-bukaan Soal Godaan Suap: Jangankan Menteri-Dirjen, Saya Saja Mau Disogok

BREAKING NEWS: Prabowo Buka-bukaan Soal Godaan Suap: Jangankan Menteri-Dirjen, Saya Saja Mau Disogok

Nusantaratv.com - 06 Oktober 2026

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya atas kerusakan institusi negara akibat praktik korupsi dan penyuapan yang telah terjadi selama puluhan tahun. 

Dalam pidatonya, Prabowo membeberkan bahwa godaan suap tidak hanya menyasar para pejabat tinggi kementerian, tetapi juga menyasar dirinya secara langsung.

"Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak, menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri-dirjen, saya mau disogok dalam 2 tahun ini berkali-kali," ujar Prabowo.

Meskipun menghadapi ancaman dan tantangan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melakukan pembenahan melalui pendekatan persuasif. 

"Kita berusaha memperbaiki dengan persuasif, dengan dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara dan meyakinkan," tuturnya.

Soroti Keterbatasan Aparat: Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti tantangan besar dalam menjaga kekayaan alam Indonesia. 

Dia menyebut saat ini negara hanya memiliki sekitar 4.500 polisi hutan untuk mengawasi puluhan juta hektar kawasan hutan dari ancaman penjarahan dan pembakaran liar.

Guna mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah mengajukan alokasi APBN untuk menambah jumlah personel polisi hutan secara bertahap hingga mencapai 70.000 orang.

"Dari target 70.000, baru bisa 21.000 di tahun 2027, berarti mungkin 3 sampai 4 tahun kita akan sampai ke 70.000," jelas Prabowo, seraya menekankan bahwa langkah penguatan serupa juga disiapkan untuk instansi Bea Cukai dan aparat keamanan lainnya di pelabuhan maupun bandara.

Restrukturisasi BUMN dan Pembentukan Danantara

Di bidang ekonomi dan pengelolaan aset negara, Prabowo mengaku terkejut saat mengetahui jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai 1.074 perusahaan, di mana mayoritas di antaranya mengalami kerugian.

Sebagai langkah penataan, seluruh BUMN tersebut dikonsolidasikan ke dalam satu manajemen terpadu bernama Danantara (Dana Kedaulatan Bangsa Indonesia). 

Nama tersebut diambil dari singkatan Daya Anagata Nusantara. "Artinya, Danantara ini adalah dana yang merupakan kekuatan energi untuk masa depan bangsa Indonesia, untuk anak dan cucu kita," tegas Prabowo.

Dia menutup pernyatannya dengan mengingatkan seluruh jajaran menteri dan kepala badan agar selalu memegang satu patokan utama dalam mengambil setiap kebijakan negara.

"Hanya satu patokan saya: apa yang menguntungkan rakyat dan bangsa Indonesia, itu yang akan saya kerjakan," tukasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close