BPS Catat Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Sejumlah Daerah

BPS Catat Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Sejumlah Daerah

Nusantaratv.com - 09 Maret 2026

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau Pasar Gambir Kota Tebing Tinggi dan berdialog langsung dengan pedagang Jumat 27 Februari 026. (ANTARA/Darmawan) (Antara)
Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau Pasar Gambir Kota Tebing Tinggi dan berdialog langsung dengan pedagang Jumat 27 Februari 026. (ANTARA/Darmawan) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga cabai rawit masih berada pada level tinggi di berbagai daerah, meskipun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan mulai berkurang.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa secara nasional harga rata-rata cabai rawit pada pekan pertama Maret 2026 mencapai Rp71.429 per kilogram.

Angka tersebut masih jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.

"Walaupun sudah turun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit, tetapi ada beberapa kabupaten kota yang harus mulai memberikan atensi terhadap kenaikan cabai rawitnya," ujar Amalia di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Salah satu wilayah yang mengalami lonjakan cukup signifikan adalah Kabupaten Bandung Barat.

Di daerah tersebut, harga cabai rawit tercatat mencapai Rp79.000 per kilogram atau sekitar 38,6 persen di atas HAP dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 44,63 persen.

Kenaikan lebih tinggi tercatat di Kabupaten Cirebon yang membukukan harga cabai rawit hingga Rp120.000 per kilogram atau sekitar 110,5 persen di atas harga acuan.

Komoditas ini juga masih menunjukkan tren kenaikan dengan perubahan IPH sebesar 31,47 persen.

Lonjakan harga juga terjadi di Kabupaten Lombok Timur dengan harga cabai rawit mencapai Rp114.000 per kilogram atau sekitar 100 persen di atas HAP.

Sementara itu, di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Bima harga cabai rawit tercatat sekitar 50,88 persen di atas harga acuan.

"Tentunya karena cabai rawit menjadi salah satu kebutuhan untuk Lebaran, ini juga perlu mendapatkan perhatian," kata Amalia, dikutip dari Antara.

Sementara itu, BPS mencatat harga bawang merah secara nasional mulai menunjukkan tren penurunan meskipun di beberapa daerah masih berada di atas HAP.

Pada pekan pertama Maret 2026, harga rata-rata bawang merah secara nasional tercatat sebesar Rp41.906 per kilogram, sedangkan harga acuannya sebesar Rp36.500 per kilogram.

Amalia menyebut harga bawang merah di Kabupaten Kepulauan Seribu telah mencapai Rp59.000 per kilogram atau sekitar 42,17 persen di atas HAP.

Kenaikan harga juga terjadi di Kabupaten Sanggau dengan harga Rp57.800 per kilogram atau sekitar 39,28 persen di atas HAP.

Meski demikian, beberapa daerah justru mencatat penurunan harga bawang merah, di antaranya Kabupaten Jembrana dengan harga Rp32.000 per kilogram atau sekitar 22,89 persen di bawah HAP serta Kabupaten Jeneponto yang mencatat harga Rp35.000 per kilogram atau sekitar 15,66 persen lebih rendah dari harga acuan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close