BGN: 400 SPPG Harus Perbaiki Kualitas

BGN: 400 SPPG Harus Perbaiki Kualitas

Nusantaratv.com - 04 Maret 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana. ANTARA/Zuhdiar Laeis (Antara)
Kepala BGN Dadan Hindayana. ANTARA/Zuhdiar Laeis (Antara)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta sekitar 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan pembenahan menyusul hasil evaluasi dan temuan sejumlah kasus menonjol dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"SPPG yang mengalami kejadian menonjol. Artinya, yang masakannya menimbulkan sakit bagi anak," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Semarang, Selasa, 3 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Jawa Tengah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Dalam evaluasi itu, ditemukan pula sejumlah SPPG yang kualitasnya belum memadai, termasuk belum membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, terdapat 47 SPPG yang kualitas menu selama bulan Ramadhan dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Atas berbagai temuan tersebut, ratusan SPPG itu untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya guna menjalani evaluasi dan investigasi sebelum diizinkan kembali beroperasi.

"Mudah-mudahan, ke depan setelah kita stop, evaluasi, investigasi dan ketika nanti berjalan kembali sudah lebih baik," katanya.

Dadan menjelaskan, durasi penghentian operasional berbeda-beda tergantung hasil evaluasi. Dalam kondisi tertentu, perbaikan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.

"Misalnya dalam waktu tiga minggu seluruhnya sudah diketahui (persoalan) apa dan kemudian sudah bisa diperbaiki, bisa jalan," katanya.

Namun demikian, proses investigasi bisa berlangsung lebih lama apabila kasus yang ditemukan tergolong besar dan kompleks.

"Contoh waktu (kasus) di Bogor itu dua bulan. Di Bandung itu hampir tiga bulan. Itu sangat tergantung besarnya kasus. Sangat tergantung," katanya.

Ia menegaskan pemerintah berharap menu dalam program MBG tidak hanya berkualitas, tetapi juga berbasis kearifan lokal dan memiliki daya tahan yang baik.

"Nah, rupanya masih banyak SPPG yang masih kesulitan menentukan menu yang khas lokal yang bisa tahan lama. Jadi, kadang-kadang ada yang masih menggunakan yang mudah (tidak tahan lama) ya," katanya.


(Sumber: Antara) 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close